Adab pergaulan ini sama sekali bukan untuk membatasi ekspresi kebebasan wanita. Tapi sebaliknya yaitu menjaga & melindungi wanita dari berbagai macam keburukan & kejahatan di masyarakat.
Adab Dalam Islam
Diantara adab pergaulan untuk wanita di dalam Islam adalah :
1. Tidak bertabaruj dalam pergaulan.
Arti Tabarruj secara ringkas adalah memamerkan & mempertontonkan aurat serta perhiasan lainnya kepada orang yg tidak halal baginya sehingga orang tersebut tertarik ataupun tergoda olehnya. Dizaman ini begitu banyak wanita muslimah yg tidak mengindahkan aturan ini. Kita dapati kebanyakan kaum muslimah bertabaruj saat berinteraksi dengan masyarakat. Mulai dari model baju & celana yg sempit & pendek sampai make up yg seronok & berlebihan. Budaya inilah budaya jahiliyyah yg dilarang Alloh dalam firmannya.
"Dan hendaklah kalian tetap di rumah kalian & janganlah kalian berhias & bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yg dahulu." (QS. al-ahzab:33)
Termasuk bagian dari tabaruj adalah menggunakan wangi-wangian dimuka umum sehingga membuat orang yg dilewatinya mencium baunya & berhasrat padanya.
Rosulullah shollallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "wanita mana saja yg menggunakan wewangian, kemudian ia melewati kaum (laki-laki) supaya mereka mencium baunya maka ia pezina" (HR. An Nasa'i, At Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Khuzaimah, Al Hakim & Ibnu Hibban). Orang yg bertabaruj terutama dengan pakaian tetapi pada hakikatnya tidak berpakaian karena menampakkan aurot mendapat ancaman dari Rosulullah shollallaahu 'alaihi wa sallam di dalam sabdanya: "Dua golongan ahli neraka yg belum aku lihat: Orang yg membawa cemeti seperti ekor sapi, mereka mencambuki manusia dengannya; & wanita-wanita yg berpakaian namun telanj* ng, mereka berlenggak-lenggok & menggoyangkan kepalanya seperti bergoyangnya punuk unta. Mereka tak akan masuk surga & tak akan mencium baunya, padahal baunya itu dapat dicium dari jarak sekian & sekian" (HR. Muslim).
Termasuk dalam kategori tabaruj adalah menggunakan hijab akan tetapi tipis & penuh dengan hiasan, tulisan funky & gaul serta motif bordiran yg membuat orang lain tertarik meskipun derajatnya tidak seperti orang yg membuka aurot. Wallohu a'lam.
Adab Berbicara Dengan Lawan Jenis Dalam Islam
2. Berbicara terhadap lawan Jenis dengan Tegas.
Di dalam bergaul di masyarakat disarankan bagi seorang wanita muslimah berbicara dengan suara tegas & tidak mendayu-dayu sehingga membuat lawan bicaranya terfitnah oleh suaranya. Baik berbicara langsung atau melalui telephone. Alloh berfirman.
"Hai istri-istri Nabi, kalian tidaklah seperti wanita yg lain, jika kalian bertakwa. Maka janganlah kalian tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yg ada penyakit di dalam hatinya & ucapkanlah Perkataan yg baik. (al ahzab:32 )
Suara wanita yg mendayu-dayu & merayu lewat pembicaraan atau nyanyian jelas diharamkan.
Dalam hal ini syakh al fauzan pernah ditanya mengenai hukum wanita yg melembutkan suara maka beliau menjawab dengan 2 jawaban."Pertama: Seorang wanita tak boleh berbicara dengan lelaki yg bukan mahramnya (ajnabi) kecuali jika dibutuhkan & dengan suara yg tidak membangkitkan syahwat lelaki. Dan si wanita tak boleh memperluas pembicaraan dengan laki-kaki ajnabi melebihi kebutuhan.
Kedua: Melembutkan suara yg dilarang dalam Al-Qur'an adalah melunakkan suara & membaguskannya sehingga bisa membangkitkan fitnah. Oleh karenanya, seorang wanita tak boleh mengajak bicara lelaki ajnabi dengan suara yg lembut. Dia tidak boleh juga berbicara dengan lelaki ajnabi sebagaimana berbicara dengan suaminya, sebab hal tersebut bisa menggoda, menggerakkan syahwat & terkadang menyeret kepada perbuatan keji. Dan telah dimaklumi bahwa syariat yg penuh hikmah ini datang untuk menutup segala jalan/perantara yg mengantarkan kepada hal yg dilarang. Adapun perubahan suara si wanita akibat malu-malu tidaklah termasuk melembutkan suara. Wallahu a'lam." (Jaridah al-Muslimun nomor 68, sebagaimana diambil dalam Fatawa al-Mar'ah al-Muslimah, hal. 689-690)
Adab Dengan Lawan Jenis Dalam Islam
3. Menghindari berkhalwat/bersepi-sepian.
Berkhalwat adalah berduan & bersepi-sepi dengan laki-laki asing yg bukan mahromnya. Mahrom adalah seseorang yg haram dinikahi karena sebab tertentu baik selamanya atau sementara seperti nasab atau sebab lainnya. Nabi bersabda
"Barangsiapa yg beriman kepada Allah & hari akhir maka janganlah dia berkhalwat dengan seorang wanita tanpa adanya mahrom wanita tersebut, karena syaithan menjadi orang ketiga diantara mereka berdua." (HR. Ahmad)
4. Berinteraksi seperlunya
Sekarang ini banyak sekali di dunia maya Facebook, Twitter & jejaring sosial lainnya penuh dengan status wanita dan juga nomer telepon serta foto-foto pribadinya. Yang lebih miris banyak wanita yg sengaja menyebar foto tabarruj ataupun komentar genit yg bernada merayu tanpa raya malu.
Sebagai seorang muslimah seharusnya menjaga harga diri saat harus menggunakan internet untuk suatu keperluan. Dan juga tidak berlebihan seperti suami istri yg sedang ngobrol di dunia maya.
Adab Dalam Islam
Diantara adab pergaulan untuk wanita di dalam Islam adalah :
1. Tidak bertabaruj dalam pergaulan.
Arti Tabarruj secara ringkas adalah memamerkan & mempertontonkan aurat serta perhiasan lainnya kepada orang yg tidak halal baginya sehingga orang tersebut tertarik ataupun tergoda olehnya. Dizaman ini begitu banyak wanita muslimah yg tidak mengindahkan aturan ini. Kita dapati kebanyakan kaum muslimah bertabaruj saat berinteraksi dengan masyarakat. Mulai dari model baju & celana yg sempit & pendek sampai make up yg seronok & berlebihan. Budaya inilah budaya jahiliyyah yg dilarang Alloh dalam firmannya.
"Dan hendaklah kalian tetap di rumah kalian & janganlah kalian berhias & bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yg dahulu." (QS. al-ahzab:33)
Termasuk bagian dari tabaruj adalah menggunakan wangi-wangian dimuka umum sehingga membuat orang yg dilewatinya mencium baunya & berhasrat padanya.
Rosulullah shollallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "wanita mana saja yg menggunakan wewangian, kemudian ia melewati kaum (laki-laki) supaya mereka mencium baunya maka ia pezina" (HR. An Nasa'i, At Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Khuzaimah, Al Hakim & Ibnu Hibban). Orang yg bertabaruj terutama dengan pakaian tetapi pada hakikatnya tidak berpakaian karena menampakkan aurot mendapat ancaman dari Rosulullah shollallaahu 'alaihi wa sallam di dalam sabdanya: "Dua golongan ahli neraka yg belum aku lihat: Orang yg membawa cemeti seperti ekor sapi, mereka mencambuki manusia dengannya; & wanita-wanita yg berpakaian namun telanj* ng, mereka berlenggak-lenggok & menggoyangkan kepalanya seperti bergoyangnya punuk unta. Mereka tak akan masuk surga & tak akan mencium baunya, padahal baunya itu dapat dicium dari jarak sekian & sekian" (HR. Muslim).
Termasuk dalam kategori tabaruj adalah menggunakan hijab akan tetapi tipis & penuh dengan hiasan, tulisan funky & gaul serta motif bordiran yg membuat orang lain tertarik meskipun derajatnya tidak seperti orang yg membuka aurot. Wallohu a'lam.
Adab Berbicara Dengan Lawan Jenis Dalam Islam
2. Berbicara terhadap lawan Jenis dengan Tegas.
Di dalam bergaul di masyarakat disarankan bagi seorang wanita muslimah berbicara dengan suara tegas & tidak mendayu-dayu sehingga membuat lawan bicaranya terfitnah oleh suaranya. Baik berbicara langsung atau melalui telephone. Alloh berfirman.
"Hai istri-istri Nabi, kalian tidaklah seperti wanita yg lain, jika kalian bertakwa. Maka janganlah kalian tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yg ada penyakit di dalam hatinya & ucapkanlah Perkataan yg baik. (al ahzab:32 )
Suara wanita yg mendayu-dayu & merayu lewat pembicaraan atau nyanyian jelas diharamkan.
Dalam hal ini syakh al fauzan pernah ditanya mengenai hukum wanita yg melembutkan suara maka beliau menjawab dengan 2 jawaban."Pertama: Seorang wanita tak boleh berbicara dengan lelaki yg bukan mahramnya (ajnabi) kecuali jika dibutuhkan & dengan suara yg tidak membangkitkan syahwat lelaki. Dan si wanita tak boleh memperluas pembicaraan dengan laki-kaki ajnabi melebihi kebutuhan.
Kedua: Melembutkan suara yg dilarang dalam Al-Qur'an adalah melunakkan suara & membaguskannya sehingga bisa membangkitkan fitnah. Oleh karenanya, seorang wanita tak boleh mengajak bicara lelaki ajnabi dengan suara yg lembut. Dia tidak boleh juga berbicara dengan lelaki ajnabi sebagaimana berbicara dengan suaminya, sebab hal tersebut bisa menggoda, menggerakkan syahwat & terkadang menyeret kepada perbuatan keji. Dan telah dimaklumi bahwa syariat yg penuh hikmah ini datang untuk menutup segala jalan/perantara yg mengantarkan kepada hal yg dilarang. Adapun perubahan suara si wanita akibat malu-malu tidaklah termasuk melembutkan suara. Wallahu a'lam." (Jaridah al-Muslimun nomor 68, sebagaimana diambil dalam Fatawa al-Mar'ah al-Muslimah, hal. 689-690)
Adab Dengan Lawan Jenis Dalam Islam
3. Menghindari berkhalwat/bersepi-sepian.
Berkhalwat adalah berduan & bersepi-sepi dengan laki-laki asing yg bukan mahromnya. Mahrom adalah seseorang yg haram dinikahi karena sebab tertentu baik selamanya atau sementara seperti nasab atau sebab lainnya. Nabi bersabda
"Barangsiapa yg beriman kepada Allah & hari akhir maka janganlah dia berkhalwat dengan seorang wanita tanpa adanya mahrom wanita tersebut, karena syaithan menjadi orang ketiga diantara mereka berdua." (HR. Ahmad)
4. Berinteraksi seperlunya
Sekarang ini banyak sekali di dunia maya Facebook, Twitter & jejaring sosial lainnya penuh dengan status wanita dan juga nomer telepon serta foto-foto pribadinya. Yang lebih miris banyak wanita yg sengaja menyebar foto tabarruj ataupun komentar genit yg bernada merayu tanpa raya malu.
Sebagai seorang muslimah seharusnya menjaga harga diri saat harus menggunakan internet untuk suatu keperluan. Dan juga tidak berlebihan seperti suami istri yg sedang ngobrol di dunia maya.