Bayi Tidak Buang Air Kecil Semalaman

Bayi Tidak Buang Air Kecil Semalaman



Bayi tentu memiliki anatomi yg berbeda dengan orang dewasa. Hal ini dikarenakan oleh ukuran & juga perkembangan anatomi tubuh bayi masih dalam proses. Jadi ada banyak perbedaan dengan orang dewasa, termasuk di dalam Frekuensi Buang Air Kecil Normal. Tapi mungkin belum banyak orang tua yg mengetahui frekuensi buang air kecil normal pada bayi sehingga harus diberikan informasi mengenai hal tersebut.

Frekuensi Buang Air Kecil Bayi Yang Normal

Buang air kecil memang merupakan mekanisme dari tubuh untuk membuang limbah sisa dari metabolisme melalui urine. Ciri urine sehat tentu saja bisa mengindikasikan bahwa tubuh juga lagi sehat. Tapi ternyata kesehatan tubuh tidak hanya dapat dilihat dari warna urine sehat saja, melainkan juga bisa dilihat dari frekuensi buang air kecil, baik pada bayi atau orang dewasa. Lalu frekuensi buang air kecil yg normal pada bayi berapa kali?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, sebetulnya tidak bisa digeneralisir, karena usia bayi juga mempengaruhi frekuensi buang air kecil itu sendiri. Misal bayi dengan usia tiga bulan, frekuensi buang air kecilnya bisa jadi lebih sering apabila dibandingkan dengan bayi dengan usia dua belas bulan.

Akan tetapi, frekuensi buang air kecil yg normal pada bayi bisa dihitung berdasarkan dari berat badan bayi. Volume buang air kecil yg normal bagi bayi adalah kurang labih satu hingga dua milliliter per kilogram berat badan per jam. Ambil rata-rata jika berat bayi adalah -+ 6 kilogram, maka volume air seni yg dihasilkan oleh bayi dalam 24 jam adalah -+ 144 hingga 288 milliliter. Bila dikonversi ke ukuran kandung kemih bayi, maka rata-rata bayi yg dengan berat badan 6 kilogram akan buang air kecil dengan frekuensi buang air kecil normal pada bayi empat hingga enam kali per hari.

Warna air seni yg sehat pada bayi ditandai dengan warna kuning yg jernih. Itu menandakan wahwa bayi cukup air & tubuhnya terhidrasi dengan baik. Tapi jika warna air seni bayi kuning keruh, maka asupi cairan atau ASI yg lebih banyak karena itu artinya bayi kurang cairan di dalam tubuhnya.

Faktor Yang Mempengaruhi Frekuensi Buang Air Kecil Bayi

Urine adalah hasil dari ekskresi pada ginjal & saluran kemih. Sehingga ada banyak faktor yg mempengaruhi frekuensi buang air kecil yg normal pada bayi. Berikut beberapa diantaranya.

Asupan cairan
Bayi adalah pengkonsumsi cairan, yg berbentuk ASI atau susu formula. Jadi frekuensi buang air kecil pada bayi bisa lebih sering ketimbang orang dewasa. Selain itu ukuran kandung kemih bayi yg belum berkembang seperti orang dewasa juga mengakibatkan bayi tidak bisa menahan kencing terlalu lama, jadi bayi akan lebih sering buang air kecil. Apalagi kalau asupan ASI & susu formulanya cukup banyak.

Faktor hidrasi
Apabila hidrasi pada bayi terjaga dengan baik, dalam artian, air didalam tubuh bayi tidak terpengaruhi oleh lingkungan luar, tentunya buang air kecil pada bayi akan lebih sering. Tapi jika bayi berada dalam lingkungan yg panas, mengalami demam, muntah, atau juga diare maka bisa jadi bayi mengalami Tanda Tanda Dehidrasi & frekuensi buang air kecilnya menurun.

Makanan pendamping ASI
Selain asupan carian yakni ASI atau susu formula, makanan pendamping ASI untuk bayi juga berpengaruh pada frekuensi buang air kecilnya. Misal jika bayi sering diberi makanan pendamping ASI dengan bahan-bahan makanan yg banyak mengandung air, maka frekuensi buang air kecil pada bayi akan menjadi lebih sering. Demikian juga dengan frekuensi buang air besarnya.

Faktor penyakit
Beberapa penyakit yg menyerang saluran kemih & Anatomi Kandung Kemih bisa juga menyerang bayi & mengganggu proses produksi urine pada bayi. Sehingga bisa menyebabkan frekuensi buang air kecil normal pada bayi menjadi terganggu. Selain itu Kelainan Ginjal pada Bayi yg Baru Lahir juga bisa menjadi pengaruh urine bayi & mempengaruhi pembuangan urine bayi.

Ciri Air Kencing Bayi Yang Perlu Diwaspadai

Untuk informasi lebih lanjut tentang air kecil pada bayi, berikut dibawah ini ada beberapa ciri urine bayi yg perlu diwaspadai karena bisa jadi gejala dari sebuah penyakit ataupun gangguan pada tubuh bayi, diantaranya:

  • Bayi buang air kecil kurang dari 3 kali dalam dua puluh empat jam terakhir.
  • Air kencing bayi menjadi lebih pucat.
  • Air kencing bayi jadi lebih pekat warnanya, bahkan bisa juga bercampur dengan darah (hematuria).
  • Bayi menangis atau terlihat menahan rasa sakit saat buang air kecil.

Sekian beberapa hal yg perlu diketahui dari frekuensi buang air kecil yg normal pada bayi. Semoga bisa memberikan informasi yg bermanfaat untuk kalian semua.

Share this: