Muntaber lebih sering melanda anak-anak karena cara makan & minum mereka yg kebanyakan belum bisa menjaga kebersihan. Mereka mengkonsumsi makanan ataupun minuman tanpa memperhatikan kebersihan makanan yg dikonsumsi. Mengkonsumsi makanan & minuman yg terkontaminasi bakteri, mengundang asam lambung yg akhirnya menimbulkan muntaber. Maka dari itu, perhatian orang tua sangat dibutuhkan agar mencegah munculnya penyakit muntaber pada anak-anak.
Setelah terkontaminasi makanan yg mengandung bakteri, perut pengidap terasa perih, nyeri, mual-mual atau muntah, dan tidak lama kemudian menderita muntaber. Nyeri pada perut umumnya timbul di perut bagian bawah, diikuti kekejangan otot yg serupa. Suhu badan pengidap biasanya menaik tajam & kurang nafsu makan. Sesudah beberapa hari mengalami muntah-muntah & diare, pengidap akhirnya mengalami kekurangan cairan tubuh atau juga disebut dengan dehidrasi. Kondisi pengidap melemah sehingga akhirnya harus dirawat di rumah sakit. Seringkali puluhan botol cairan infus harus dihabiskan untuk mengembalikan cairan tubuh yg hilang.
Kehilangan cairan tubuh yg cukup banyak sangat bahaya, karena semua reaksi kehidupan didalam tubuh membutuhkan cairan. Apabila cairan tubuh menipis, maka reaksi-reaksi kehidupan tersebut terancam terhenti. Ini yg mengakibatkan mengapa penderita muntaber apabila tidak segera ditolong bisa meninggal dunia. Bahaya kematian akibat kekurangan cairan tubuh lebih tinggi resikonya terutama pada bayi & balita. Memberikan larutan oralit atau larutan gula-garam merupakan pertolongan pertama yg bisa kalian berikan jika anak terlihat mengalami tanda-tanda muntaber.
Berikan cairan oralit sebanyak mungkin penderita mau & bisa meminumnya. Tak perlu sekaligus, sedikit demi sedikit asal sering lebih baik untuk dilakukan. Satu bungkus kecil oralit dilarutkan kedalam satu gelas air masak (200 cc). Apabila oralit tidak ada, buatlah larutan gula-garam. Ambil air masak 1 gelas. Masukkan 2 sendok teh gula pasir, & seujung sendok teh garam dapur. Aduk rata & berikan kepada pengidap sebanyak mungkin dia mau minum. Pengidap sebaiknya diberi makanan yg lunak & tidak membangkitkan lambung, serta makanan ekstra yg bergizi sesudah muntaber. Pengidap muntaber ada baiknya dibawa ke dokter jika muntaber tidak berhenti dalam satu hari atau keadaannya parah, rasa haus yg berlebihan, tidak bisa minum atau makan, demam tinggi, pengidap lemas sekali dan ada darah di dalam tinja.
Jika tidak segera dibawa ke dokter ataupun rumah sakit, keselamatan jiwa anak ataupun pengidap muntaber bisa terancam. Beberapa pengidap terkadang terlambat mendapat pertolongan & akhirnya meninggal dunia. Pengidap terkadang harus dirawat inap ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan khusus & mengantisipasi kemungkinan kekurangan cairan ataupun dehidrasi.
Setelah terkontaminasi makanan yg mengandung bakteri, perut pengidap terasa perih, nyeri, mual-mual atau muntah, dan tidak lama kemudian menderita muntaber. Nyeri pada perut umumnya timbul di perut bagian bawah, diikuti kekejangan otot yg serupa. Suhu badan pengidap biasanya menaik tajam & kurang nafsu makan. Sesudah beberapa hari mengalami muntah-muntah & diare, pengidap akhirnya mengalami kekurangan cairan tubuh atau juga disebut dengan dehidrasi. Kondisi pengidap melemah sehingga akhirnya harus dirawat di rumah sakit. Seringkali puluhan botol cairan infus harus dihabiskan untuk mengembalikan cairan tubuh yg hilang.
Kehilangan cairan tubuh yg cukup banyak sangat bahaya, karena semua reaksi kehidupan didalam tubuh membutuhkan cairan. Apabila cairan tubuh menipis, maka reaksi-reaksi kehidupan tersebut terancam terhenti. Ini yg mengakibatkan mengapa penderita muntaber apabila tidak segera ditolong bisa meninggal dunia. Bahaya kematian akibat kekurangan cairan tubuh lebih tinggi resikonya terutama pada bayi & balita. Memberikan larutan oralit atau larutan gula-garam merupakan pertolongan pertama yg bisa kalian berikan jika anak terlihat mengalami tanda-tanda muntaber.
Berikan cairan oralit sebanyak mungkin penderita mau & bisa meminumnya. Tak perlu sekaligus, sedikit demi sedikit asal sering lebih baik untuk dilakukan. Satu bungkus kecil oralit dilarutkan kedalam satu gelas air masak (200 cc). Apabila oralit tidak ada, buatlah larutan gula-garam. Ambil air masak 1 gelas. Masukkan 2 sendok teh gula pasir, & seujung sendok teh garam dapur. Aduk rata & berikan kepada pengidap sebanyak mungkin dia mau minum. Pengidap sebaiknya diberi makanan yg lunak & tidak membangkitkan lambung, serta makanan ekstra yg bergizi sesudah muntaber. Pengidap muntaber ada baiknya dibawa ke dokter jika muntaber tidak berhenti dalam satu hari atau keadaannya parah, rasa haus yg berlebihan, tidak bisa minum atau makan, demam tinggi, pengidap lemas sekali dan ada darah di dalam tinja.
Jika tidak segera dibawa ke dokter ataupun rumah sakit, keselamatan jiwa anak ataupun pengidap muntaber bisa terancam. Beberapa pengidap terkadang terlambat mendapat pertolongan & akhirnya meninggal dunia. Pengidap terkadang harus dirawat inap ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan khusus & mengantisipasi kemungkinan kekurangan cairan ataupun dehidrasi.