Materi Khutbah Idul Fitri Yang Menyentuh Hati

Materi Khutbah Idul Fitri Yang Menyentuh Hati



Allahu akbar…allahu akbar… allahu akbar…

jama’ah shalat ‘idul-fitri yg berbahagia

izzul islam. Pertama-tama mari kita tetap selalu bertaqwa kepada allah swt, saling mengingatkan baik kpd diri sendiri maupun mengingat saudara kita sesama muslim. Lalu, mari kita panjatkan puji & syukur kehadirat allah swt atas segala nikmat, rahmat & hidayah yg telah dianugerahkan kpd kita semua, nikmat berupa islam & iman serta kekuatan hingga kita dipertemukan oleh hari kemenangan, hari yg tidak bisa diraih dengan mudah begitu saja tetapi hari kemenangan setelah melewati suatu perang besar yakni melawan hawa nafsu.

Pada hari ini sudah kusempurnakan untuk kamu agamamu & sudah ku-cukupkan kepadamu nikmat-ku, & sudah ku-ridhai islam itu menjadi agamamu. (Qs al-mâidah/5:3).

Hari ini merupakan hari yg patut yg kita rayakan, ini merupakan hari besar islam dimana ada 3 hari besar umat islam yaitu idul fitri, idul adha & hari jum'at. Maka kumandankanlah kalimat takbir, tahlik & tahmid sebagai bentuk suka cita atas anugrah yg diberi oleh allah swt kpd kita sekalian.

Rasa syukur atas kemenangan setelah 1 bulan penuh berpuasa, berperang untuk melawan hawa nafsu akhirnya allah swt mempertemukan kita bersama pada hari kemenangan tanggal 1 syawal ini. Rayakanlah kemenangan sesudah allah memberikan hidayah yg tidak semua orang memperolehnya.

Hadirin jamaah sholat idul fitri yg dimuliakan oleh allah swt

ketahuilah! Bahwasanya akidah merupakan hal yg paling kuat yg harus dimiliki seorang muslim. Dasar semua ibadah ialah akidah, jika salah sebuah akidah maka salahlah amalan yg dilakukan. Tujuan hidup seorang muslim yaitu memperbaiki akidah yakni akidah beriman kpd allah swt, kpd para malaikat-nya, kpd kitab-kitab allah, kpd para rasul allah, percaya dengan datangnya hari kiamat & beriman kpd takdir allah yg berupa kabar baik & kabar buruk.

Manusia merupakan makhluk yg lemah bahkan tak bisa melihat sebagian yg kita imani, maka karena itu kita beriman kpd allah ta'ala, nama-nama-nya dan difat-sifatnya karena sungguh manusia hanya dapat melihat tanda-tanda kebesaran allah swt yg hanya satu. Tidak diperanakkan & tidak melahirkan.

Dia (allah) tidak beranak & tidak diperanakkan.

Sungguh tanda-tanda kebesaran allah swt ada di dalam diri manusia sebagai makhluk ciptaan-nya, juga ada di bumi, di langit, di pergatian waktu, di hembusan angin yg menjadikan hujan serta seluruh alam & isinya tidak satupun lepas dari kekuasaan-nya baik yg tidak terlihat ataupun yg terlihat.

Jama’ah shalat ‘idul-fithri yg berbahagia.

Setelah satu bulan lamanya kita menahan lapar & dahaga pada dzat yg tidak terlihat oleh mata kepala, tetapi keimanan kitalah yg menjadikan kita menyadari tanda-tanda kebesaran allah swt, maka dari itu saya menghimbau kpd seluruh kaum muslimin, setelah perginya tamu agung yakni bulan ramadhan, janganlah dibuat sebagai waktu untuk "membalas dendam", makan sebanyak-banyak walaupun tidak ada larangan, berbuat maksiat dengan anggapan seluruh dosa diampuni di bulan ramadhan, sungguh itu adalah perbuatan yg sia-sia dan celaka.

Hadirin jama'ah idul fitri yg dimuliakan oleh allah swt

selam sebulan penuh, kita melatih diri kita agar tetap bersabar & menjalankan ibadah tidak artinya setelah keluar dari bulan suci ramadhan kita mulai mengurangi frekuensi ibadah kita namun malah menambah menjadi semakin baik. Dirikanlah shalat untuk dijadikan tiang agama karena sesungguhnya orang-orang yg meninggalkan shalat tidak akan mendapatkan apa-apa untuk setiap amal perbuatan yg dia lakukan. Janganlah tinggalkan shalat seperti
dalam quran surat maryam : 59-60

maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yg jelek) yg menyia-nyiakan shalat & memperturutkan hawa nafsunya, maka kelak mereka bakal menemui kesesatan. Kecuali orang-orang yg bertaubat, beriman & beramal shalih, maka mereka itu akan masuk surga & tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun. (Q.s. Maryam/19: 59-60).

Jama’ah shalat ‘idul-fithri yg berbahagia.

Selain shalat masih banyak amalan yg wajib dikerjakan, seperti zakat & sadaqah. Zakat itu perkaranya adalah wajib yg berarti ketika tidak dikeluarkan maka hukumnya dosa. Dalam setiap harta yg kita peroleh terselip hal orang-orang fakir & miskin maka dari itu tunaikanlah zakat. Jauhilah berbuat bakhil lalu bersedakahlah karena sedekah itu menghapuskan dosa seperti air memadamkan api sebagaimana sabda rasulullah saw

shodaqah menghilangkan dosa seperti air memadamkan api (hr ahmad, al tirmidzi & selainnya & dishohihkan al al bani dalam takhrij musykilat al faqr nomor 117).

Hadirin jama'ah idul fitri yg dimuliakan oleh allah swt

zakat itu hukum-nya wajib & tidak membayar zakat adalah hutang. Dan perkara hutang tidak akan terhapus walau kita mati di jalan allah swt. Hutang akan di tagih & sesungguhnya dialah allah swt yg mengetahui seluruh takaran baik yg terang maupun yg tersembunyi. Setelah membayar zakat, maka titipkanlah harta kalian kepada orang yg berhak supaya kiranya harta itu tetap menemani kalian sampai akhir di akhirat.

Harta kita dapat dititipkan kepada orang yg lebih berhak, sehingga kita tidak mati meninggalkan harta namun tetap menikmati-nya hingga di akhirat. Cara menitipkan bahkan sudah ditunjukkan secara tidak langsung oleh rasulullah saw yaitu dengan bersedakah kpd fakir, miskin, mujahid, musafir, sekolah-sekolah yg mengajarkan ilmu yg bermanfaat, pondok-pondok, masjid & baitul mal yg digunakan untuk hajat hidup saudara kita yg tidak mampu merupakan tempat penitipan harta yg paling aman.

Jama’ah shalat ‘idul-fitri yg berbahagia.

Allah ta’ala berfirman,

barangsiapa yg mengerjakan amal shalih, dari laki-laki ataupun perempuan di dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yg baik, & sesungguhnya akan kami berikan balasan pada mereka dengan pahala yg lebih baik dari apa yg sudah mereka kerjakan. (Qs an-nahl 16: 97).

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatu

Share this: