Bayi Jarang Buang Air Kecil

Bayi Jarang Buang Air Kecil



Dalam satu hari, normalnya bayi buang air kecil sekitar 3 sampai 4 kali. Tapi, sebetulnya frekuensi buang air kecil tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Kalau lebih dari itu oke-oke saja. Kecuali jika pipisnya sangat sering (lebih dari 10 kali perhari) atau jarang sama sekali. Dalam artian selama tak ada tanda-tanda dehidrasi atau bayi jadi lesu & rewel, tidak perlu terlalu mempermasalahkannya. Apalagi sampai cemas bayi terkena diabetes militus karena diabetes mellitus pada anak, apalagi bayi sangat jarang terjadi.

Tapi waspadai jika frekuensi Buang Air Kecil bayi jarang atau menjadi jarang. Misalnya, 1 hari cuma sekali padahal biasanya bisa 4 kali. Atau sejak dari lahir si kecil memang jarang pipis padahal masukan cairannya mencukupi. Beberapa penyebab frekuensi Buang Air Kecil yg jarang adalah:

Penyebab Bayi Jarang Buang Air Kecil

1. Bayi mengalami kekurangan cairan.
Ini bisa terjadi karena ibu yg menyusui kurang banyak minum atau bayi lagi mengalami muntah-muntah atau berkeringat berlebihan. Keadaan seperti itu bisa diatasi dengan cara cukupi asupan cairan kepada bayi. Ibu menyusui, misalnya, harus banyak minum. Tapi untuk kasus muntah-muntah, ada baiknya bayi segera dibawa ke dokter guna mencari penyebabnya & mencegahnya dari dehidrasi.

2. Untuk bayi laki-laki, coba lihat ujung kulupnya apakah terlihat kecil ataukah tidak. Jika ya, bisa jadi dia mengalami phymosis (ujung kulup kecil) jadinya menyebabkan jarang buang air kecil. Sebagai solusi biasanya dokter bakal melakukan pembesaran dengan cara di sunat. Kondisi ini harus diatasi segera karena apabila dibiarkan dapat menimbulkan infeksi di saluran kencing bayi.

3 Jarang pipis pada bayi perempuan bisa dikarenakan infeksi di organ intimnya walau juga bisa buang air kecilnya justru jadi lebih sering. Untuk pecegahan, sehabis buang air kecil, lubang kencing & daerah sekitarnya harus langsung dibersihkan. Sisa air seni dapat mengendap pada lipatan-lipatan sekitar organ intimnya & menimbulkan infeksi. Perhatikan juga teknik mencebokinya. Jangan menceboki dari arah belakang ke depan tapi dari depan kebelakang. Ini dimaksudkan supaya kotoran dari dubur tidak terbawa ke organ v.

Share this: