Berapa Lama Bayi Di Inkubator

Berapa Lama Bayi Di Inkubator



(BBLR) Bayi Berat Badan Lahir Rendah adalah semua bayi baru lahir yg berat badannya kurang atau sama dengan 2500 g. Berat lahir adalah berat bayi (tanpa melihat masa gestasi) yg ditimbang dalam 1 (satu) jam selepas lahir. Setiap tahun di dunia diperkirakan ada sekitar 20 juta bayi lahir dengan berat lahir rendah.

Di Indonesia sendiri perawatan BBLR masih mengutamakan pada penggunaan inkubator namun keberadaannya masih sangat terbatas. Dan penggunaan inkubator mempunyai banyak keterbatasan. Selain jumlahnya yg terbatas, inkubator butuh biaya perawatan yg tinggi, serta membutuhkan tenaga terampil yg bisa mengoperasikannya. Selain itu, dengan memakai inkubator, bayi dipisahkan dari ibunya, hal itu akan menghalangi kontak kulit langsung antara ibu & bayi yg sangat diperlukan untuk tumbuh kembang bayi.

Perawatan BBLR adalah hal yg kompleks & membutuhkan infrastruktur yg mahal serta staf yg mempunyai keahlian tinggi sehingga seringkali jadi pengalaman yg sangat mengganggu bagi keluarga. Mereka mesti secara bersamaan selain menghadapi kebutuhan mereka sendiri & keluarga (terutama jika ada anak lain), juga kebutuhan bayinya. Selain itu, keadaan & kondisi yg berbahaya bisa terjadi pada bayi mereka bisa menimbulkan kecemasan & ketidakpastian.

Berapa Lama Bayi Di Inkubator

Orang tua apalagi ibu tentu menginginkan bisa melahirkan bayi yg sehat, cukup umur & dengan berat badan di atas 2500 g. Tapi ada kalanya hal tersebut tidak bisa tercapai. Bayi dengan prematur & BBLR harus dirawat di Rumah Sakit untuk mendapatkan penanganan dengan baik & hati-hati, karena semua alat tubuhnya belum sempurna. Setelah lahir bayi prematur harus ditaruh ke tempat yg keadaannya seperti di kandungan perut ibunya yg hangat supaya suhunya tetap stabil, karena bila suhu tubuhnya rendah dapat menyebabkan kematian karena semua metabolismenya terganggu. Sehabis bayi dibersihkan akan ditaruh ke dalam inkubator untuk mempertahankan suhu tubuh yg normal. Lama atau tidaknya bayi dirawat di dalam inkubator tergantung dari kondisi masing-masing bayi.

Selama bayi dirawat di Rumah Sakit, orang tua harus terlibat untuk perawatan bayi. Terkadang ada orang tua yg tidak mengerti apa yg harus dilakukan ketika bayinya dirawat. Perawat ataupun dokter biasanya mengharuskan kedua orang tuanya datang setiap hari ke rumah sakit untuk memberi sentuhan kasih sayang pada bayinya. Bagaimanapun juga bayi dapat merasakan sentuhan & belaian orang tuanya. Hal itu untuk ikatan emosional bayi dengan orang tuanya. Orang tua juga harus membelai bayinya yg ada di dalam inkubator dengan memasukkan tangannya melalui tempat khusus tangan. Ini jika bayi belum tahan dengan suhu diluar atau masih menggunakan alat-alat bantu. Orang tua harus dalam keadaan sehat menghindari bayi terkena infeksi. Orang tua juga harus menggunakan baju khusus yg disediakan pihak rumah sakit & membersihkan tangannya, baik sebelum ataupun sesudah memegang bayinya.

Frekuensi kedatangan orang tua apalagi ibu ke rumah sakit adalah tergantung dari orang tua bayi masing-masing & pihak rumah sakit. Rumah sakit mempunyai peraturan tersendiri dalam jam berkunjung. Orang tua juga tidak bisa selama 24 jam sebab mereka juga membutuhkan istirahat. Studi yg dilakukan dengan seorang ibu yg mempunyai bayi yg sedang dirawat mengatakan setiap hari bergantian sama suami datang ke rumah sakit untuk memberikan ASI pada bayi. Ibu mengatakan setelah menjenguk bayinya, ketika malam hari pasti tidak bisa tidur & tidak nafsu makan. Ibu terlihat fokus pada keadaan bayinya & merasa khawatir kalau berat badan bayinya tidak meningkat.

Pengalaman adalah sesuatu yg dirasakan (diketahui, dikerjakan), juga adalah kesadaran akan suatu hal yg tertangkap oleh indra manusia. Ibu yang mempunyai bayi dengan BBLR yg mengharuskan bayi untuk dirawat di rumah sakit mempunyai berbagai pengalaman baik itu menyenangkan, mengharukan, atau menyedihkan. Pengalaman tersebut bisa dijadikan sebagai pelajaran berharga untuk seseorang & dari pengalaman akan lebih mudah beradaptasi jika ada kejadian serupa.

Share this: