Bagi kalian yg gemar bertualang dalam benua cita rasa, kehamilan mungkin terasa bagaikan sebuah 'ganjalan'. Pasalnya, untuk menjaga kesehatan si kecil, kalian 'kebanjiran' petuah seputar apa yg boleh dikonsumsi & apa yg harus benar-benar dipantang. Berikut dibawah ini jenis-jenis makanan yg harus dikenai 'lampu kuning', atau bahkan 'lampu merah'. Selebihnya? Kalian bebas menggabungkan berbagai bahan pangan, tetapi tetap bergizi seimbang.
Lampu merah: Makanan mentah atau juga setengah matang
Penyebab: makanan mentah atau setengah matang mungkin saja tercemar oleh kuman penyakit, sehingga menimbulkan infeksi. Misal, bakteri Listeria (menyebabkan keguguran atau janin meninggal di dalam kandungan), bakteri Salmonella (menyebabkan keguguran), parasit Toksoplasma (janin berkondisi tidak normal), dan bakteri E. coli (merusak usus & ginjal).
Bolehkah dikonsumsi? Boleh saja, asal daging sapi (termasuk daging masakan seperti sosis atau burger),
unggas, dan ikan dimasak sampai benar-benar matang. Kalian tetap bisa makan sushi, tapi pilih sushi vegetarian atau yg dagingnya dimasak matang. Untuk memastikan daging olahan betul-betul matang, gunakanlah termometer khusus untuk daging.
Jauhi: Bahan makanan apapun yg tidak diproses sampai matang, seperti daging setengah matang, telur mentah, kerang mentah, sushi mentah, sashimi & lain-lain. Juga, jauhi makanan olahan dari telur mentah, seperti dressing untuk salad & mayonaise segar.
Ibu Hamil Makan Seafood
Lampu kuning: Seafood
Penyebab: Protein, zat besi, dan asam lemak omega-3 di dalam makanan laut memang dapat membantu meningkatkan pertumbuhan otak bayi. Malah, dari penelitian yg dilakukan dari Inggris, kekurangan mengkonsumsi makanan laut selama masa kehamilan dapat mengakibatkan lemahnya kemampuan verbal, gangguan perilaku, dan masalah tumbuh kembang lain untuk anak. Tapi, kalian tetap harus berhati-hati, karena sebagian jenis makanan laut mengandung logam merkuri yg berkadar tinggi, sehingga dapat menghambat pertumbuhan sistem saraf janin.
Bolehkah dikonsumsi? Kalian masih boleh memakan salmon (kalau bisa, pilih ikan salmon yg segar & tidak diternakkan), udang, teri & kakap maksimal 340 gram per minggu. Batasi mengkonsumsi ikan tuna hingga tidak lebih dari 170 gram perminggu.
Hindari: Ikan hiu, sushi mentah, seafood yg diasapkan dan jenis ikan apapun yg berasal dari air laut atau sungai yg sudah terpolusi. Catatan: Semakin besar ukuran dan tua usia ikan, semakin tinggi juga kadar polusi yang ada di dalam tubuhnya.
Kafein & teh herbal
Penyebab: Kafein dapat 'menembus' plasenta, hingga akan memengaruhi detak jantung dan sistem pernapasan janin. Bahkan, beberapa penelitian menyebutkan, minum kopi dengan berlebihan erat kaitannya dengan rendahnya berat badan lahir bayi & meningkatkan resiko mengalami keguguran atau janin meninggal ketika lahir.
Bolehkah dikonsumsi? Selama hamil, kalian boleh mengkonsumsi kafein hingga tidak lebih dari 300 milligram perhari (kira-kira sebanyak 2-3 cangkir kopi). Walau jumlah tersebut termasuk aman, itu bukan berarti kafein yg kalian konsumsi tidak akan menimbulkan resiko apapun. Sebagai perbandingan: 240 milliliter kopi mengandung 150 milligram kafein, 350 milliliter minuman bersoda mengandung 35-50 milligram kafein, dan 240 milliliter teh hitam mengandung 40 milligram kafein. Minuman lain yg termasuk aman untuk kalian adalah teh celup tanpa kafein yg diberi perasa tambahan, seperti sitrus, jahe, atau peppermint.
Hindari: Teh herbal yg diramu dengan daun raspberry ataupun rosemary, karena bisa memicu terjadinya kontraksi. Sayangnya, tak semua kemasan teh mencantumkan dengan mendetail bahan-bahan herbal yg digunakan sebagai campuran. Dan walau pada label kemasan tertulis diperuntukkan untuk wanita hamil, sebaiknya kalian berkonsultasi dahulu kepada dokter.
Keju & produk susu lainnya
Penyebab: Produk dari susu mentah ataupun belum dipasteurisasi (dipanaskan hingga suhu 60°C selama tiga puluh menit buat melenyapkan bakteri) bisa mengandung sejumlah kuman, yakni Listeria, E. coli, Salmonella & lain-lain yg menyebabkan penyakit yg ditularkan melalui makanan.
Bolehkah dikonsumsi? Boleh. Diantaranya adalah susu & yogurt yg sudah melalui proses pasteurisasi, dan keju keras.
Hindari: Susu mentah, dan keju lunak seperti keju Brie, Feta, Camembert, Blue Cheese atau Roquefort (kecuali di label tertera dibuat dari susu yg sudah dipasteurisasi).
Pemanis buatan
Penyebab: walau efek samping bahan pemanis tambahan kepada tumbuh kembang janin masih belum diketahui dengan pasti, beberapa pakar melarang wanita hamil mengkonsumsi pemanis buatan.
Bolehkah dikonsumsi? Dalam batas wajar, aspartam, sakarin dan splenda masih boleh dikonsumsi.
Hindari: Minuman yg tinggi gula. Lebih baik kalian banyak-banyak minum air putih atau juga jus buah segar.
Lampu merah: Makanan mentah atau juga setengah matang
Penyebab: makanan mentah atau setengah matang mungkin saja tercemar oleh kuman penyakit, sehingga menimbulkan infeksi. Misal, bakteri Listeria (menyebabkan keguguran atau janin meninggal di dalam kandungan), bakteri Salmonella (menyebabkan keguguran), parasit Toksoplasma (janin berkondisi tidak normal), dan bakteri E. coli (merusak usus & ginjal).
Bolehkah dikonsumsi? Boleh saja, asal daging sapi (termasuk daging masakan seperti sosis atau burger),
unggas, dan ikan dimasak sampai benar-benar matang. Kalian tetap bisa makan sushi, tapi pilih sushi vegetarian atau yg dagingnya dimasak matang. Untuk memastikan daging olahan betul-betul matang, gunakanlah termometer khusus untuk daging.
Jauhi: Bahan makanan apapun yg tidak diproses sampai matang, seperti daging setengah matang, telur mentah, kerang mentah, sushi mentah, sashimi & lain-lain. Juga, jauhi makanan olahan dari telur mentah, seperti dressing untuk salad & mayonaise segar.
Ibu Hamil Makan Seafood
Lampu kuning: Seafood
Penyebab: Protein, zat besi, dan asam lemak omega-3 di dalam makanan laut memang dapat membantu meningkatkan pertumbuhan otak bayi. Malah, dari penelitian yg dilakukan dari Inggris, kekurangan mengkonsumsi makanan laut selama masa kehamilan dapat mengakibatkan lemahnya kemampuan verbal, gangguan perilaku, dan masalah tumbuh kembang lain untuk anak. Tapi, kalian tetap harus berhati-hati, karena sebagian jenis makanan laut mengandung logam merkuri yg berkadar tinggi, sehingga dapat menghambat pertumbuhan sistem saraf janin.
Bolehkah dikonsumsi? Kalian masih boleh memakan salmon (kalau bisa, pilih ikan salmon yg segar & tidak diternakkan), udang, teri & kakap maksimal 340 gram per minggu. Batasi mengkonsumsi ikan tuna hingga tidak lebih dari 170 gram perminggu.
Hindari: Ikan hiu, sushi mentah, seafood yg diasapkan dan jenis ikan apapun yg berasal dari air laut atau sungai yg sudah terpolusi. Catatan: Semakin besar ukuran dan tua usia ikan, semakin tinggi juga kadar polusi yang ada di dalam tubuhnya.
Kafein & teh herbal
Penyebab: Kafein dapat 'menembus' plasenta, hingga akan memengaruhi detak jantung dan sistem pernapasan janin. Bahkan, beberapa penelitian menyebutkan, minum kopi dengan berlebihan erat kaitannya dengan rendahnya berat badan lahir bayi & meningkatkan resiko mengalami keguguran atau janin meninggal ketika lahir.
Bolehkah dikonsumsi? Selama hamil, kalian boleh mengkonsumsi kafein hingga tidak lebih dari 300 milligram perhari (kira-kira sebanyak 2-3 cangkir kopi). Walau jumlah tersebut termasuk aman, itu bukan berarti kafein yg kalian konsumsi tidak akan menimbulkan resiko apapun. Sebagai perbandingan: 240 milliliter kopi mengandung 150 milligram kafein, 350 milliliter minuman bersoda mengandung 35-50 milligram kafein, dan 240 milliliter teh hitam mengandung 40 milligram kafein. Minuman lain yg termasuk aman untuk kalian adalah teh celup tanpa kafein yg diberi perasa tambahan, seperti sitrus, jahe, atau peppermint.
Hindari: Teh herbal yg diramu dengan daun raspberry ataupun rosemary, karena bisa memicu terjadinya kontraksi. Sayangnya, tak semua kemasan teh mencantumkan dengan mendetail bahan-bahan herbal yg digunakan sebagai campuran. Dan walau pada label kemasan tertulis diperuntukkan untuk wanita hamil, sebaiknya kalian berkonsultasi dahulu kepada dokter.
Keju & produk susu lainnya
Penyebab: Produk dari susu mentah ataupun belum dipasteurisasi (dipanaskan hingga suhu 60°C selama tiga puluh menit buat melenyapkan bakteri) bisa mengandung sejumlah kuman, yakni Listeria, E. coli, Salmonella & lain-lain yg menyebabkan penyakit yg ditularkan melalui makanan.
Bolehkah dikonsumsi? Boleh. Diantaranya adalah susu & yogurt yg sudah melalui proses pasteurisasi, dan keju keras.
Hindari: Susu mentah, dan keju lunak seperti keju Brie, Feta, Camembert, Blue Cheese atau Roquefort (kecuali di label tertera dibuat dari susu yg sudah dipasteurisasi).
Pemanis buatan
Penyebab: walau efek samping bahan pemanis tambahan kepada tumbuh kembang janin masih belum diketahui dengan pasti, beberapa pakar melarang wanita hamil mengkonsumsi pemanis buatan.
Bolehkah dikonsumsi? Dalam batas wajar, aspartam, sakarin dan splenda masih boleh dikonsumsi.
Hindari: Minuman yg tinggi gula. Lebih baik kalian banyak-banyak minum air putih atau juga jus buah segar.