Solusi merubah kebiasaan bayi yg tidur harus digendong. Prinsipnya itu bayi adalah makhluk kebiasaan & adalah tergantung orang tuanya yg membuat kebiasaan tersebut. Bayi menangis saat dibaringkan, karena dia protes, "Bukan seperti itu biasanya saya ditidurkan!"
Pertama, kenali dahulu tanda-tanda bayi sudah mengantuk. Tahapannya yaitu: menguap, melamun, & tidur. Ketika tahap menguap, segera redupkan lampu & peluk bayi dengan posisi bayi berdiri (bukan celentang), sambil ditepuk-tepuk punggungnya. Tak perlu diayun. Jika sudah melamun, baringkan bayi ke tempat tidur, sambil terus menepuk-nepuk punggung ataupun dadanya. Pada awalnya dia pasti protes dengan cara menangis. Jangan cepat-cepat diangkat. Tunggu 3x tangisan, baru angkat & peluk kembali bayi sambil ditepuk-tepuk. Apabila sudah berhenti menangis & bayi sudah tenang kembali, segera baringkanlah bayi (sambil masih ditepuk-tepuk). Dia akan segera menangis kembali. Tunggu lagi 3x tangisan & angkat kembali sambil ditepuk-tepuk. Begitu seterusnya, hingga bayi akhirnya tertidur saat berbaring. Cara ini diterapkan biasanya pada 8 kali baringan, dia akhirnya tertidur pulas tanpa harus digendong sembari diayun.
Yang harus diperhatikan:
Semakin muda usia bayi, akan makin mudah membiasakannya dengan cara tidur seperti ini.
Membelai dahi bayi ke arah mata dapat membantu mengurangi ketegangan pada bayi, sebab mata bayi juga membutuhkan istirahat dari terpaan cahaya.
Dan juga suarakan bunyi bisikan "sssh.. sssh.." Saat menenangkan bayi; suara tersebut menyerupai bunyi cairan di sekeliling rahim & maka dari itu bisa membuatnya tenang.
Ritme tepukan di punggung atau dada bayi usahakanalah seperti irama detak jantung ibu ketika bayi berada dalam rahim, tujuannya buat menenangkannya. Ketika memeluk & menepuk-nepuk punggung bayi, segera hentikan jika dia sudah diam atau tenang & jangan keterusan. Alasannya, agar menghindari ketergantungan bayi pada hal tersebut. Kalian tentu saja harus memenuhi kebutuhan bayi, tapi jika kebutuhannya sudah terpenuhi (dalam hal ini dia sudah tenang), dia sebetulnya tidak membutuhkannya lagi.
Apabila tahap melamun terlewat & bayi masih dibiarkan beraktivitas (& bukannya dibaringkan ke tempat redup), dia akan kesal & terlalu lelah sehingga menangis hebat (buat "menutup dirinya" mata & telinganya dari dunia luar) & akan dibutuhkan usaha lebih besar bila menenangkannya. Jadi ibu harus cermat di dalam melihat tanda-tanda bayi mengantuk.
Apabila bayi memalingkan muka dari mainan ataupun pancingan dari luar, itu bisa berarti dia bosan atau lelah. Jika kalian berikan mainan lainnya, & dia kembali excited, berarti ia hanya bosan. Tapi jika kalian berikan mainan lainnya & dia memalingkan mukanya lagi, berarti dia sudah lelah atau mengantuk. Segera redupkan lampu & tenangkan bayi sebelum dia menangis hebat.
Ibu jangan panik saat bayi menangis. Ingat bahwa tujuan kalian adalah menenangkannya. Jangan malah membuatnya jadi lebih tertekan dengan menggoncang-goncangkan tubuhnya dengan keras.
Yg paling penting yaitu konsistensi. Jika ibu menyerah & kembali mengayun-ayunkan bayi untuk menidurkannya, dia akan kembali ke kebiasaan lama & harus mulai dari awal lagi buat merubah kebiasaannya tersebut.
Pertama, kenali dahulu tanda-tanda bayi sudah mengantuk. Tahapannya yaitu: menguap, melamun, & tidur. Ketika tahap menguap, segera redupkan lampu & peluk bayi dengan posisi bayi berdiri (bukan celentang), sambil ditepuk-tepuk punggungnya. Tak perlu diayun. Jika sudah melamun, baringkan bayi ke tempat tidur, sambil terus menepuk-nepuk punggung ataupun dadanya. Pada awalnya dia pasti protes dengan cara menangis. Jangan cepat-cepat diangkat. Tunggu 3x tangisan, baru angkat & peluk kembali bayi sambil ditepuk-tepuk. Apabila sudah berhenti menangis & bayi sudah tenang kembali, segera baringkanlah bayi (sambil masih ditepuk-tepuk). Dia akan segera menangis kembali. Tunggu lagi 3x tangisan & angkat kembali sambil ditepuk-tepuk. Begitu seterusnya, hingga bayi akhirnya tertidur saat berbaring. Cara ini diterapkan biasanya pada 8 kali baringan, dia akhirnya tertidur pulas tanpa harus digendong sembari diayun.
Yang harus diperhatikan:
Semakin muda usia bayi, akan makin mudah membiasakannya dengan cara tidur seperti ini.
Membelai dahi bayi ke arah mata dapat membantu mengurangi ketegangan pada bayi, sebab mata bayi juga membutuhkan istirahat dari terpaan cahaya.
Dan juga suarakan bunyi bisikan "sssh.. sssh.." Saat menenangkan bayi; suara tersebut menyerupai bunyi cairan di sekeliling rahim & maka dari itu bisa membuatnya tenang.
Ritme tepukan di punggung atau dada bayi usahakanalah seperti irama detak jantung ibu ketika bayi berada dalam rahim, tujuannya buat menenangkannya. Ketika memeluk & menepuk-nepuk punggung bayi, segera hentikan jika dia sudah diam atau tenang & jangan keterusan. Alasannya, agar menghindari ketergantungan bayi pada hal tersebut. Kalian tentu saja harus memenuhi kebutuhan bayi, tapi jika kebutuhannya sudah terpenuhi (dalam hal ini dia sudah tenang), dia sebetulnya tidak membutuhkannya lagi.
Apabila tahap melamun terlewat & bayi masih dibiarkan beraktivitas (& bukannya dibaringkan ke tempat redup), dia akan kesal & terlalu lelah sehingga menangis hebat (buat "menutup dirinya" mata & telinganya dari dunia luar) & akan dibutuhkan usaha lebih besar bila menenangkannya. Jadi ibu harus cermat di dalam melihat tanda-tanda bayi mengantuk.
Apabila bayi memalingkan muka dari mainan ataupun pancingan dari luar, itu bisa berarti dia bosan atau lelah. Jika kalian berikan mainan lainnya, & dia kembali excited, berarti ia hanya bosan. Tapi jika kalian berikan mainan lainnya & dia memalingkan mukanya lagi, berarti dia sudah lelah atau mengantuk. Segera redupkan lampu & tenangkan bayi sebelum dia menangis hebat.
Ibu jangan panik saat bayi menangis. Ingat bahwa tujuan kalian adalah menenangkannya. Jangan malah membuatnya jadi lebih tertekan dengan menggoncang-goncangkan tubuhnya dengan keras.
Yg paling penting yaitu konsistensi. Jika ibu menyerah & kembali mengayun-ayunkan bayi untuk menidurkannya, dia akan kembali ke kebiasaan lama & harus mulai dari awal lagi buat merubah kebiasaannya tersebut.